Brum brum brum. Deru suara truk mengagetkan Tiara dan Tomi yang sedang bermain di halaman belakang rumah mereka. "Siapa yang datang, ya?" tanya Tiara pada Tomi yang berdiri di dekatnya. "Lihat, Kak! Truk itu berhenti di rumah hantu," kata Tomi sambil menunjuk sebuah truk besar yang berhenti di depan sebuah rumah kosong. Rumah itu terletak tepat di depan rumah mereka. Telah lama sekali rumah …
Tiara dan Hana selalu bermain bersama sepulang sekolah. Mereka adalah sahabat karib. Suatu hari Hana mengajak Tiara mampir ke rumahnya. Mereka berdua duduk di ayunan yang merupakan tempat kesukaan mereka. "Tiara," kata Hana membuka percakapan, "kami akan pindah kota pada akhir bukan ini."
"Huh, hujan lagi, hujan lagi!" keluh Tiara. "Hujan ini sudah terlalu lama. Sepanjang minggu hujan terus," kata Tomi. Mereka sedang duduk di balkon rumah mereka, sambil memandangi air hujan yang jatuh dari lagit. Saat itu langit tampak gelap tertutup awan hitam.
Kukuruyuk kukuruyuk! Pagi telah tiba. Matahari mulai terbit. Sinarnya menerobos masuk ke celah pintu kamar Tiara. "Tiara, ayo bangun! Sudah waktunya mandi," kata Ibu sambil menggoyang-goyangkan tubuh anaknya. "Aku sakit, Bu! Aku tidak mau sekolah hari ini," kata Tiara yang masih berbaring di tempat tidur. Ibu memegang dahi Tiara. "Dahimu tidak panas. Apakah perutmu sakit?" Ibu nampak kebin…
Hari ini Lili Lebah berkunjung ke rumah sahabatnya, Lulu Ulat. Lili hinggap di ranting pohon ketika dilihatnya Lulu sedang merayap di sana. Lili mendekat. Semakin jelas terlihat Lulu sedang asyik mencari makan. "Perut Lulu sudah gendut penuh makanan. Apa yang ia makan lagi?" pikir Lili.
Saat matahari bersinar cerah, Lili Lebah keluar dari sarangnya. Sarangnya terletak di hutan. Berbagai jenis pohon tumbuh di hutan. Hutan tempat tinggal Lili adalah rumah bagi banyak binatang. Lilin tidak pernah merasa kesepian tinggal di hutan itu.
Pada pagi yang cerah, di tengah hutan terlihat Lili Lebah terbang di antara bunga-bunga. Lili sangat menikmati sinar matahari pagi. Lili hinggap dari satu bunga ke bunga lain dengan riang. Lili selalu merasa senang saat berada di taman bunga ini.
Pgi ini Lili lebah terlihat panik. Dia terbang ke sana kemari tanpa tujuan. Ada apa dengan Lili? Lili hinggap di atas sekuntum bunga. Dia kemudian sibuk menghitung jumlah kaki-kakinya. "Ada berapa jumlahnya?" pikir Lili. Dia terus berusaha menghitung kakinya satu persatu. Namun, dia tetap tidak menemukan jawabannya. "Duh, sulitnya berhitung!"
Suatu hari, Lili Lebah melakukan tugasnya untuk mengumpulkan sari bunga. Hari itu dia terbang ke arah yang berlawanan dengan taman bunga yang sering dikunjunginya. "Aku ingin tahu, apa yang ada di tempat lain?" pikir Lili. Lili memang seekor lebah yang suka bertualang. Saat itu dia tiba disuatu tempat yang penuh dengan pepohonan. Dia melihat seeokor monyet. "Apa yang dimakan monyet ini?" pik…