Saat matahari bersinar cerah, Lili Lebah keluar dari sarangnya. Sarangnya terletak di hutan. Berbagai jenis pohon tumbuh di hutan. Hutan tempat tinggal Lili adalah rumah bagi banyak binatang. Lilin tidak pernah merasa kesepian tinggal di hutan itu.
Pada pagi yang cerah, di tengah hutan terlihat Lili Lebah terbang di antara bunga-bunga. Lili sangat menikmati sinar matahari pagi. Lili hinggap dari satu bunga ke bunga lain dengan riang. Lili selalu merasa senang saat berada di taman bunga ini.
Senin selasa rabu kamis jumat sabtu minggu Liburan telah tiba. Bima sangat senang karena bisa berlibur di rumah kakek. Hari minggu, Bima diantar ayah ke rumah kakek.
Pgi ini Lili lebah terlihat panik. Dia terbang ke sana kemari tanpa tujuan. Ada apa dengan Lili? Lili hinggap di atas sekuntum bunga. Dia kemudian sibuk menghitung jumlah kaki-kakinya. "Ada berapa jumlahnya?" pikir Lili. Dia terus berusaha menghitung kakinya satu persatu. Namun, dia tetap tidak menemukan jawabannya. "Duh, sulitnya berhitung!"
Di pagi yang indah saat matahari bersinar cerah, terlihat di Belang, kucing kesayangan Ratih, sedang bermalas-malasan di beranda rumah. Didepannya terlihat taman bunga yang asri. Bunga-bunga bermekaran. Harimnya menambah kesegaran udara di pagi hari.
Suatu hari, Lili Lebah melakukan tugasnya untuk mengumpulkan sari bunga. Hari itu dia terbang ke arah yang berlawanan dengan taman bunga yang sering dikunjunginya. "Aku ingin tahu, apa yang ada di tempat lain?" pikir Lili. Lili memang seekor lebah yang suka bertualang. Saat itu dia tiba disuatu tempat yang penuh dengan pepohonan. Dia melihat seeokor monyet. "Apa yang dimakan monyet ini?" pikā¦
Putri adalah seorang anak Bali. Dia tinggal di sebuah desa di Ubud. Putri duduk di kelas 6 SD. Dia anak yang pintar dan suka menolong. Semua penduduk di desa senang padanya. Suatu hari ada perayaan Galungan di pura. Pura itu terletak di dekat sawah si pinggir desa. Semua warga desa ikut dalam perayaan Galungan.
Putih adalah seekor anak kucing yang sangat lucu. Bulunya seputih kapas dan terasa sangat lembut. Matanya berwarna coklat bening. Ada kalung mungil di leher Putih. Kalung itu pemberian Jamilah. Jamilah sangat menyayanginya. Setiap hari Jamilah mengajak Putih bermain dan berlari-lari di kebun belakang.
Saat matahari terbit di ufuk timur, ayam jantan berkokok menandakan pagi telah tiba. Udara pagi terasa sangat sejuk. Ibu sudah bangun. Putu sudah bangun. Made sudah bangun. Mereka selalu bangun pagi karena harus bersiap-siap pergi ke sekolah.