“Seorang menyebut anda idiot, maka anda mulai berpikir,”Bagaimana mereka bisa menyebutku idiot? Mereka tak berhak menyebutku idiot! Betapa kasarnya menyebutku idiot! Akan kubalas mereka karena telah menyebutku idiot!” Buku ini merupakan buku terakhir dari trilogi 'Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya' yang telah menjadi best-seller di Indonesia selama tujuh tahun sejak jilid pertamanya …
Buku ini adalah sekuel buku "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya" yang mendapat respon heboh masyarakat dengan menjadi best-seller di Indonesia selama bertahun-tahun. Tak heran majalah Spritually and Health di Amerika mengomentari buku ini sebagai salah satu buku spiritual terbaik. Buku ini mengajarkan kesederhanaan melihat kehidupan, kontradiksi yang jarang diajarkan kepada kita, Ajahn Brahm …
Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya mengisahkan tentang seorang biksu yang terbawa hanyut arus air, pada awalnya sang biksu berupaya sekeras mungkin untuk selamat dari arus tersebut. Namun apa daya, semakin sang biksu berusaha hanya semakin lelah saja yang terasa. Akhirnya sang biksu memutuskan untuk diam saja mengikuti arus membawa tubuhnya, kemudian ketika arus mulai tenang sang biksu pun ber…
Buku ini berisi petikan bajik-bijak yang disarikan dari 40 warsa pengalaman Ajahn Brahm sebagai praktisi spiritual lintas agama dan bangsa.