Hari ini Lili Lebah berkunjung ke rumah sahabatnya, Lulu Ulat. Lili hinggap di ranting pohon ketika dilihatnya Lulu sedang merayap di sana. Lili mendekat. Semakin jelas terlihat Lulu sedang asyik mencari makan. "Perut Lulu sudah gendut penuh makanan. Apa yang ia makan lagi?" pikir Lili.
Saat matahari bersinar cerah, Lili Lebah keluar dari sarangnya. Sarangnya terletak di hutan. Berbagai jenis pohon tumbuh di hutan. Hutan tempat tinggal Lili adalah rumah bagi banyak binatang. Lilin tidak pernah merasa kesepian tinggal di hutan itu.
Pada pagi yang cerah, di tengah hutan terlihat Lili Lebah terbang di antara bunga-bunga. Lili sangat menikmati sinar matahari pagi. Lili hinggap dari satu bunga ke bunga lain dengan riang. Lili selalu merasa senang saat berada di taman bunga ini.
Pgi ini Lili lebah terlihat panik. Dia terbang ke sana kemari tanpa tujuan. Ada apa dengan Lili? Lili hinggap di atas sekuntum bunga. Dia kemudian sibuk menghitung jumlah kaki-kakinya. "Ada berapa jumlahnya?" pikir Lili. Dia terus berusaha menghitung kakinya satu persatu. Namun, dia tetap tidak menemukan jawabannya. "Duh, sulitnya berhitung!"
Suatu hari, Lili Lebah melakukan tugasnya untuk mengumpulkan sari bunga. Hari itu dia terbang ke arah yang berlawanan dengan taman bunga yang sering dikunjunginya. "Aku ingin tahu, apa yang ada di tempat lain?" pikir Lili. Lili memang seekor lebah yang suka bertualang. Saat itu dia tiba disuatu tempat yang penuh dengan pepohonan. Dia melihat seeokor monyet. "Apa yang dimakan monyet ini?" pikā¦