Franklin sudah bisa berhitung dan mengikat tali sepatunya. Ia juga sudah bisa menarik risleting dan mengancingkan kancing bajunya sendiri. Namun, Franklin takut masuk sekolah. Hal itu menjadi masalah baginya karena Franklin baru pertama kali ini masuk sekolah.
Pada hari Bumi, Franklin dan teman-temannya mendapat pohon untuk ditanam di halaman rumah masing-masing. Namun, Franklin kecewa ketika mendapat jatah pohon yang diberikan Pak Heron, si bangau. Pohon itu hanya kecil, masih berupa anak pohon. Dengan malas ia pulang sambil membawa anak pohon itu di gerobaknya. Ketika hendak menanam anak pohonnya, anak pohon itu telah hilang. Franklin segera menyus…