Young readers will delight in Oh, the Thinks You Can Think! which celebrates the imagination and encourages young readers to think . . . about thinking! “Think left and think right and think low and think high. Oh, the Thinks you can think up if only you try.” Originally created by Dr. Seuss, Beginner Books encourage children to read all by themselves, with simple words and illustrations…
Suatu malam sebelum tidur, Ibu bercerita kepada Rory tentang langit ajaib. Rory tidak sabar untuk melihatnya. Tapi, berapa lama ia harus menunggu? Cerita hangat dan mengesankan bagi siapa pun yang sabar menunggu!
Nana dan Kiko bersahabat. Mereka selalu main perang bola salju bersama. Kadang-kadang, Nana tidak mau main perang bola salju. Ia ingin mendaki bukit es dan meluncur turun. Kiko tidak ingin mendaki. Nana ingin berenang dari satu gunung es ke gunung es lainnya. Kiko tidak ingin berenang. Karena Kiko tidak mau bermain permainan yang disukai Nana, Nana memutuskan untuk bermain sendirian! …
"Huk ... huk .... huk ...," sayup-sayup terdengar suara anjing. Sebuah kereta besi bergerak di padang salju. Satu ..... dua ..... tiga .... Ada sembilan ekor anjing menarik kereta itu. Eh ..... tunggu dulu, di belakang kereta masih ada satu lagi.
Think left and think right and think low and think high. Oh, the THINKS you can think up if only you try! Dr. Seuss’s wise words are now available in a bigger board-book format, perfect for the youngest readers.
Hari ini udara mulai terasa dingin, saatnya musim dingin tiba. Siang hari yak lagi sepanjang biasanya. Matahari lebih cepat bersembunyi di langit barat. Dengan keadaan ini, Miminlah yang paling sebal. Bgi anak berang-berang yang bandel ini, waktu sehari penuh tak cukup untuk bermain-main. Apalagi sekarang ini siang hari lebih pendek dari kemarin.
Di ujung cakralawa, tempat matahari terbenam, tersebutlah sebuah pandang yang subur dan indah di tepi danau. Ribuan ekor katak menjadi penguhuninya. Makanan dan air melimpah ruah bagi mereka. Nyam, nyam, nyam! Menyanyi dan bersukacita adalah pekerjaan mereka sehari-hari. Tralala, tralala,tralala.
Berjuta-juta tahunn yang lalu, sebelum ada manusia di bumi ini, hidup sejenis binatang besar yang disebut dinosaurus. Macam-macam bentuk dinosaurus. Ada yang berleher panjang, ada yang bergigi tajam, ada yang bersirip di punggungnya, ada yang bertanduk, dan lain-lain. Dinosaurus melahirkan anaknya dengan cara bertelur.
Di sebuah pinggiran kota, hiduplah Mama Tikus dan kedelapan anaknya. Mama Tikus sangat menyayangi anak-anaknya. Demikian juga anak-anak tikus sangat mengasihi Mama Tikus. Akan tetapi, ada suatu anak tikus yang agak bandel. Cicit namanya. Pada suatu hari ia melamun, "Saya bosan tinggal di desa. Saya ingin pergi ke kota." Lalu Cicit mengemasi pakaiannya. Diambilnya kendi tabungan dan... Praan…
Pohon buni berdaun rindang. Buahnya kecil-kecil dan rasanya masam. Di pohon itu tinggalah pipit dan anak-anak tersayang. Mereka hidup rukun, damai, dan tenteram. Menjelang pagi hari, pipit-pipit bernyanyi "Cuit....cuit....," kicau pipit memecah sunyinya pagi. Di pohon itu tinggal juga burung nan perkasa. Sayapnya kekar, rajawali namanya.